Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose
Get Adobe Flash player

Cuaca Hari Ini

Berawan

30°C

Jakarta

Berawan

Kelembaban: 70%

  • Min Gerimis berpetir

    33°C 26°C

  • Sen Gerimis berpetir

    31°C 25°C

  • Sel Kemungkinan Badai

    31°C 25°C

Aspirasi Rakyat

Regional Expose | Tokoh
Guyonan Anwar Ibrahim Soal Korupsi di Malaysia & Indonesia PDF Cetak E-mail Dibaca: 112
PostAuthorIcon Ernest    PostDateIcon Selasa, 31 Januari 2012 12:16

Jakarta - Anwar Ibrahim membandingkan korupsi yang terjadi di Malaysia dan Indonesia lewat guyonan. Menurutnya, korupsi di Malaysia lebih canggih, sedangkan di Indonesia terang-terangan.

"(Di Malaysia) tahap korupsi itu tinggi tapi tidak kelihatan, itu hebatnya kita," kata pemimpin oposisi Malaysia itu yang disambut gelak tawa hadirin.

Hal itu disampaikan Anwar dalam pidato kebudayaan dengan tema 'Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/01/2012) malam.

Menurut Anwar, ketidakterlihatan korupsi itu karena negaranya bekas jajahan Inggris. Seperti diketahui, Inggris adalah negara yang sudah canggih sehingga hal itu diadopsi Malaysia untuk untuk melancarkan korupsi.

"Inggris ini level of sophistication-nya hebat," lanjut Anwar.

Sementara, menurut Anwar korupsi di Indonesia pun dipengaruhi oleh penjajahnya dulu, yakni Belanda. Belanda dikenal sebagai negara yang keras sehingga ketika diadopsi Indonesia, korupsi tidak lagi tak terlihat seperti di Malaysia.

"(Di Indonesia) di atas meja di bawah meja jalan," ujar Anwar yang kembali mengundang tawa.

Dijelaskan Anwar, cara korupsi di Indonesia itu tidak dapat diterapkan di Malaysia. Sebab, hal itu akan dianggap sesuatu yang curang, tidak beradab, serta dianggap pengkhiatan.

"Tapi kalau disimpan masuk ke account di London atau account di Switzeland itu ada kecanggihan cara," candanya.

Namun, lewat candaan itu Anwar menegaskan korupsi sangat tidak bermoral. Mengkritik penguasa bukan lagi sesuatu yang cukup dalam memberantas korupsi, melainkan ketegasan pemimpinlah yang menentukan.

"Maka kita ambil keputusan, kita menentukan bahwa pemimpin itu harus lebih tegas," pungkas Anwar.

Guyonan Anwar Ibrahim Soal Korupsi di Malaysia & Indonesia
Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose