28°C
Berawan
Kelembaban: 79%
33°C 26°C
31°C 25°C
31°C 25°C
Beberapa negara mengandalkan "supercar" untuk menangkap pengebut liar
Tahun 2012, tepatnya setelah 4 Februari 2012, pukul 18:18, energi yang menguasai bumi akan berubah menjadi energi Naga Air. Kira-kira seperti apa?
Tahun 2012, tepatnya setelah 4 Februari 2012, pukul 18:18, energi yang menguasai bumi akan berubah menjadi energi Naga Air. Kira-kira seperti apa?
| Regional Expose | Pendidikan | ||||
| IGI: Mutu Guru Tantangan Utama Pendidikan Nasional |
|
|
|
Dibaca: 97 |
|
|
"Tanpa guru yang bermutu, sulit mengharapkan pendidikan berkualitas."SURABAYA, Jaringnews.com - Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Satria Dharma mengatakan, mutu dan profesionalitas guru merupakan tantangan utama pendidikan nasional. Menurutnya, sertifikasi dan peningkatan kesejahteraan guru belum meningkatan mutu dan profesionalitas mereka. Dia menuturkan, ada banyak kendala yang menyebabkan peningkatan mutu dan profesionalitas ini tidak juga berhasil dicapai. Salah satunya yakni masalah motivasi belajar guru yang rendah. "Guru tidak memiliki motivasi belajar. Seolah-olah, guru itu bertugas mengajari siswa dan melupakan belajar untuk meningatkan kompetensi dirinya. PAdahal kalau berani mengajar, maka guru harus berani belajar," tegas Satria dalam pembukaan Rakernas IGI, Sabtu (28/1) di Surabaya, dalam keterangan pers yang diterima Jaringnews di Jakarta, Minggu (29/1). Dia menambahkan, melemahnya motivasi belajar ini berimplikasi pada apatisme dalam pembelajaran. Hal ini dipicu oleh sistem pembelajaran yang berpusat pada ancaman kelulusan, melalui ujian nasional. "UN melemahkan sistem pembelajaran bermutu. Guru jadi malas berinovasi dan kreatif," katanya. IGI, kata Satria, fokus pada upaya peningkatan mutu dan proofesionalitas guru. "Kami membantu pemerintah meningkatkan kualitas guru. Berbagai seminar dan pelatihan diselenggarakan IGI guna mengejar ketertinggalan ini," imbuhnya. Menurutnya, mutu guru merupakan ujung tombak mutu pendidikan nasional. "Tanpa guru yang bermutu, sulit mengharapkan pendidikan berkualitas," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Satria menegaskan upaya peningkatan profesionalitas guru jangan diganggu oleh kegiatan politik praktis. Di banyak daerah guru menjadi korban pertarungan politik dalam Pilkada. Mutasi dan demosi dilakukan bila guru tidak mendukung salah satu kandidat. "Ini menciderai profesionalittas guru," pungkasnya. (Nky / Deb) |