Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose
Get Adobe Flash player

Cuaca Hari Ini

Berawan

30°C

Jakarta

Berawan

Kelembaban: 74%

  • Min Gerimis berpetir

    33°C 26°C

  • Sen Gerimis berpetir

    31°C 25°C

  • Sel Kemungkinan Badai

    31°C 25°C

Aspirasi Rakyat

Regional Expose | Internasional
AS Pertanyakan Program Energi Nuklir Turki PDF Cetak E-mail Dibaca: 94
PostAuthorIcon Ernest    PostDateIcon Minggu, 29 Januari 2012 15:46

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Amerika Serikat (AS) meminta transparansi dalam program pengembangan energi nuklir Turki. Duta Besar AS untuk Turki, Francis Ricciardone, menyatakan alasan aturan lingkungan telah menghambat AS dan investor asing ikut serta dalam program nuklir Turki. AS menilai Turki belum transparan dalam program nuklir dan regulasi dampak lingkungannya. Namun demikian, Ricciardone menyambut baik keinginan Menteri Energi Turki, Taner Yildiz, yang serius ingin mengembangkan energi nuklir dan mengikut-sertakan perusahaan AS untuk mewujudkannya. "Tetapi sayangnya, itu masih tertutup untuk AS," kata Ricciardone di Ankara, Sabtu (28/1) waktu setempat, seperti dikutip hurriyetdailynews.com.

Turki berencana membangun tiga pembangkit listrik tenaga nuklir pada dekade ini. PLTN sebesar 4500 MW itu akan dibangun di Provinsi Akkuyu, Mersin dan Sinop. Turki dan Rusia sebelumnya telah menandatangani kesepakatan untuk pembangunan pabrik pertama. Tetapi, pembicaraan dengan Jepang untuk pabrik kedua ditangguhkan setelah gempa mengguncang Jepang tahun lalu.

Perusahaan-perusahaan AS secara tiba-tiba menyatakan tidak tertarik ikut serta dalam program energi nuklir Turki ini. Setelah menyatakan setuju beberapa bulan lalu, mereka menolak ikut bergabung. Asisten sekretaris Departemen Perdagangan AS, Michael Camunez, menyatakan penolakan karena kondisi tender yang belum siap.

"Peraturan harus terbuka dan jelas. Perlu ada lembaga pengawas yang kuat dan independen dengan kontrak jangka panjang pembelian," kata Camunez kepada wartawan setempat.

Pada Desember lalu, delegasi AS mengunjungi Turki untuk memeriksa peluang perdagangan dan investasi di sektor energi terbarukan Turki. Padahal, Ricciardone saat itu mengatakan perusahaan-perusahaan AS ingin mendorong pemerintah Turki di sektor nuklir.


Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Amri Amrullah
Sumber: hurriyetdaily.com

AS Pertanyakan Program Energi Nuklir Turki
Get Adobe Flash player
Iklan by Regional Expose